home

HOME

pages

HALAMAN

Resmi Dibuka, Baitul Arqom Dosen dan Karyawan Universitas Muhammadiyah Kalianda

19-12-2025 | Berita | 107x dibaca
Resmi Dibuka, Baitul Arqom Dosen dan Karyawan Universitas Muhammadiyah Kalianda
"istimewa"

Kalianda — Universitas Muhammadiyah (UM) Kalianda menggelar kegiatan Baitul Arqom bagi dosen dan karyawan sebagai upaya penguatan ideologi, integritas, serta nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan UM Kalianda.

Kegiatan ini mengusung tema “Memantapkan Integritas Bermuhammadiyah dalam Memajukan Universitas Muhammadiyah Kalianda” dan dilaksanakan pada 19–21 Desember 2025 di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kalianda.
Rektor UM Kalianda, Susilowati, S.Sos., M.IP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan Baitul Arqom.


Ia menegaskan bahwa Baitul Arqom tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan penguatan ideologi Muhammadiyah di lingkungan kampus.

“Selamat datang di UM Kalianda. Baitul Arqom ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi wahana pembentukan karakter civitas akademika,” ujar Rektor.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqom diikuti oleh 32 peserta, seiring usia UM Kalianda yang baru berdiri sekitar 1,5 tahun. Dalam masa kepemimpinannya, Rektor menargetkan agar Baitul Arqom dapat dilaksanakan minimal satu hingga dua kali selama periode jabatannya.

Rektor berharap para instruktur dari PWM Lampung dapat memberikan sentuhan ideologis dan spiritual, sehingga peserta semakin mantap bermuhammadiyah serta mampu memantapkan integritas Muhammadiyah dalam memajukan Universitas Muhammadiyah Kalianda.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Lampung, Ma’ruf Abidin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Baitul Arqom merupakan pintu gerbang utama dalam bermuhammadiyah, namun bukan tujuan akhir dari Muhammadiyah.

“Baitul Arqom adalah pintu masuk bermuhammadiyah. Adapun amal usaha Muhammadiyah, termasuk perguruan tinggi, merupakan instrumen dakwah Muhammadiyah,” jelasnya.

Ma’ruf juga menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki visi dan misi yang harus diwujudkan melalui seluruh amal usaha. Oleh karena itu, dosen dan karyawan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan visi dan misi Muhammadiyah dalam setiap peran dan tugasnya.

Baitul Arqom sendiri merupakan program kaderisasi ideologis Muhammadiyah yang bertujuan membentuk sumber daya manusia yang profesional sekaligus memiliki komitmen persyarikatan yang kuat.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan dari pemateri dan instruktur berpengalaman, baik tingkat wilayah maupun nasional, di antaranya:

Drs. Ahmad Syarif, M.M. (Instruktur Nasional)
Joni Wuryanto, M.Pd. (Instruktur Nasional – Master of Training/MoT)
Andi Febriudin, M.Pd. (Instruktur Nasional – Imam of Training)
M. Sholihin, M.Pd.I. (Instruktur Nasional – Evaluator)
Hayati Maulida, M.Pd.I. (Instruktur Wilayah)
Zamam, S.T., M.M. (Instruktur Wilayah)

Para pemateri menyampaikan materi keislaman, kemuhammadiyahan, integritas, kepemimpinan, serta penguatan etos kerja bagi dosen dan tenaga kependidikan. Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dan reflektif, sehingga mendorong peserta untuk menginternalisasi nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam praktik kehidupan akademik.

Instruktur Nasional Joni Wuryanto, M.Pd., selaku Master of Training (MoT), menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan fondasi utama dalam membangun karakter sumber daya manusia Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

“Baitul Arqom adalah ruang pembentukan kesadaran ideologis. Di sinilah dosen dan karyawan diperteguh jati dirinya sebagai kader Muhammadiyah yang berintegritas, berakhlak, dan memiliki komitmen dakwah melalui profesinya,” ungkap Joni.

Senada dengan itu, Instruktur Nasional Andi Pebriudin, M.Pd., selaku Imam of Training, menambahkan bahwa keberhasilan Baitul Arqom terletak pada perubahan sikap dan budaya kerja peserta setelah kegiatan berakhir.

“Baitul Arqom bukan hanya forum penguatan pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan, tetapi juga proses pembentukan kesadaran spiritual dan ideologis. Dosen dan karyawan PTM harus menjadi teladan dalam integritas, etos kerja, serta komitmen dakwah melalui amal usaha,” jelasnya.

Keduanya sepakat bahwa kemajuan Universitas Muhammadiyah Kalianda tidak hanya diukur dari capaian akademik dan administratif, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai Islam Berkemajuan dan ideologi Muhammadiyah hidup dalam budaya kerja, kepemimpinan, serta pelayanan di lingkungan kampus.

“Ketika nilai Muhammadiyah terinternalisasi dengan baik, maka universitas akan tumbuh kuat, berkarakter, dan memiliki ruh perjuangan yang jelas,” pungkas Andi.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi perhatian adalah penyerahan sertifikat Baitul Arqom kepada peserta sebagai tanda telah mengikuti proses pembinaan ideologis dan spiritual. Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Kalianda.

Instruktur berharap, melalui kegiatan Baitul Arqom ini, diharapkan seluruh dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Kalianda semakin memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, serta berkontribusi aktif dalam memajukan institusi dan Persyarikatan. (Guswir)

Admin

Admin

Jasa Pembuatan News CMS